Temen-temen

Selasa, 26 Juni 2012

INDONESIA! Kami Bukan Negara Gagal!

INDONESIA  merupakan negara dengan kekayaan alam yang sangat melimpah. Bahkan kekayaan alam di Indonesia menempati peringkat ke 3 di dunia setelah ditempat pertama Brazil dan Republik Kongo. Kekayaan alam yang begitu melimpah ini seharusnya dapat menjadi modal bagi bangsa kita untuk memajukan kesejahteraan masyarakat  INDONESIA. Namun apa boleh dikata, pengelolaan yang carut-marut dan manajemen yang korup membuat cita-cita bangsa itu sulit untuk dicapai. Bukan karena sumberdaya yang sulit tetapi  karna pengelolaannyalah yang mempersulit sendiri pemanfaatan kekayaan alam tersebut.


Impian untuk menjadi negara yang baik ternyata bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan. Keruwetan permasalahan di Indonesia telah menempatkan  INDONESIA pada peringkat ke-63 dari 177 negara di dunia sebagai negara gagal yang dipublikasikan oleh Indeks Negara Gagal (FSI) 2012. Begitulah negara ini, negara yang digadang-gadang sebagai lumbung kehidupan masa depan, menempati peringkat sebagai negara gagal. 


Dalam hasil publikasi The Fund for Peace atas Failed States Index (FSI) 2012 menyatakan bahwa  Somalia merupakan negara yang paling gagal. Memang sebagian besar negara-negara afrika masuk dalam jajaran 50 besar negara gagal yang dilampirkan dalam publikasi tersebut. Lalu pantaskan negara sebesar Indonesian dengan pendapatan negara terbesar ke-15 di dunia masuk dalam daftar negara gagal? kita sendiri yang dapat menjawabnya. 

Jika kita melirik berdasarkan survei tersebut pada halaman www.fundforpeace.org , bahkan negara kita tidak lebih baik dari negara Asia Tenggara lain seperti Singapura (157), Brunei (123), Malaysia (110), Vietnam (96), dan Thailand (84). Ini merupakan lecutan bagi negara kita bahwa kekayaan alam bukanlah segalanya, tetapi cara kita, untuk bagaimana kita menyikapi dan memanfaatkan kekayaan alam itu adalah hal yang penting untuk di perhatikan pelaksanaannya.
Apakah kita terus begini?
Ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai problema negara ini pasti merupakan salah satu yang menjadi indikator FFP dalam publikasi tersebut. Tidak dipungkiri setiap hari kita hanya disuguhkan berbagai berita-berita yang sangat menggambarkan betapa mengkhawatirkannya kondisi negara kita sekarang ini. Bukan hanya masalah kriminalitas, tapi kesemrawutan problem pemerintahan seakan-akan menjadi sarapan pagi kita, apabila kita menengok siaran televisi pagi. 

Berbagai macam masalah, mulai dari kesulitan pengelolaan sumber daya yang melimpah, bahakan cenderung menguntungkan pihak asing bila dikelola.  Sapai dengan berbagai masalah yang dihadapi negara seperti korupsi, penyuapan, mafia pajak, mafia hukum, kriminalitas, semua terhidang bak panganan negara yang tiada habisnya.

Indonesia yang dulu disebut sebagai macan asia, sekarang sepertinya tengah tersungkur lesu, bukan lagi berdiri tegak sebagai macan asia yang dibanggakan dulu. Pembangunan yang hanya terpusat dibeberapa wilayah saja menyebabkan pembangunan yang tidak merata di Indonesia. Akibatnya hanya sebagian kecil saja rakyat Indonesia yang merasa telah hidup sejahtera, sedangkan yang lain harus berjuang keras untuk menggapai garis amabng kesejahteraan yang sepertinya hanya diangan-angan.

Saya jadi teringat guyonan guru saya ketika berkata 
"Hanya >5% rakyat Indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan, sedangkan 90% lainnya pas berada digaris kemiskinan!"
Seketika itu juga saya berfikir, bagaimana jika pernyataan guyonan itu memang benar terjadi. hanya sedikit rakyat dari negara yang dulu dijuluki macan asia ini yang sekarang merasakan hakikat kesejahteraan yang diinpikan setiap penduduk bangsa Indonesia ini. 


Namun, kita tidak perlu berkecil hati terhadap kenyataan tersebut. fakta-opini itu dapat dijadikan sebagai peringatan bagi kita untuk lebih dan lebih lagi membangun negara kita sesuai dengan cita-cita Bangsa  INDONESIA yang tercantum dalam Pembukaan UUD Republik Indonesia tahun 1945 :
"..melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.."  
Sudahkah negara kita mewujudkannya?
Sudahkah kita ikut serta dalam mewujudkannya?
Sudahkah kita sadar bahwa selama ini kita berleha-leha sementara negara kita terpuruk dikancah dunia?


Sebagai anak bangsa, sebagai rakyat INDONESIA, kita tidak bisa hanya berdiam-diri dan melihat betapa carut-marutnya negara kita seperti drama perfilman yang yang tak berujung dan tak jelas arah tempuhnya. 


Saatnya Bangkit!
Sekarang saatnya kita, rakyat Bangsa INDONESIA, saatnya singsingkan lengan baju, menahan nafas, dan sadar diri, sadar akan pentingnya kita untuk mewujudkan Indonesia sesuai dengan cita-citanya. Sehingga pada saatnya nanti, kita bisa merapihkan baju kita yang kusut dan menghela napas sejenak, menikmati hasil perjuangan kita sebagai bangsa yang besar, dan kita teriakkan kepada dunia luar " INDONESIA! Kami Buka Negara Gagal!".


Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua, saya memohon maaf apabila tulisan saya mengandung unsur-unsur tulisan yang kurang berkenan bagi pembaca. Saatnya kita bersatu bersama, saatnya kita bangkit, dan saatnya kita berjuang bersama. Demi bangsa dan negara kita INDONESIA !!

TULISAN INI SAYA IKUTSERTAKAN DALAM LOMBA BLOG PALING INDONESIA OLEH ANGINGMAMMIRI.ORG DAN TELKOMSEL AREA SUMALUPA



9 komentar:

  1. Semangat yang luar biasa !

    Izin kritik sedikit, ya. Ada beberapa kata yang saya perhatikan salah penulisan (typo), antara lain:
    Pada paragraf 1 baris 12, "carut-marut" seharusnya, bukan "caruk-maruk". Lalu pada paragraf 2 baris 2, "Keruwetan", bukan "Keruetan". Kata dasarnya adalah "Ruwet" :D

    Menyikapi tulisan ini, pada sebuah kelas sewaktu semester 2, saya mempelajari permasalahan yang kau angkat diatas. Ini tentang MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) dan Manajemen Pengelolaan Sumber Daya Alam. Negara kita memang terletak pada geografis yang subur sehingga berpotensi pada kekayaan alam. Tapi, Indonesia ini saya katakan mudah di-PHP-kan. Mengapa? Sebagian besar perusahaan yang mengelola SDA tersebut dikuasai oleh asing. COntoh Singapura, kalo nggak salah dia impor barang tambang dari kita, lalu di negaranya diolah menjadi barang jadi dan diekspor lagi ke kita. Krakatu Steel, Lapindo, dll, banyak yang dikuasai asing. Jadi, sebenernya sih kita nggak kaya-kaya banget. Hahahha kalo dibilang gagal, kita hampir. Tapi semangatmu bagus sekali !!! Tulisannya juga bagus. Straight to the point, nggak kebanyakan intro. SEMANGAT !!!!!!!!!! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip.. kak thx kritiknya :)
      sudah dibenahi

      Hapus
  2. cuma bisa berkata ..nice share sob

    BalasHapus
  3. Ya semoga saja kegagalan adalah batu loncatan menjadi sukses :')

    BalasHapus
  4. Semangat mengindonesiakan indonesia...
    semangat Indonesia!!
    salam anak negeri

    Blogwalking & Mengundang juga blogger Indonesia hadir di
    Lounge Event Tempat Makan Favorit Blogger+ Indonesia

    Salam Spirit Blogger Indonesia

    BalasHapus